Kalau Ingin Impor, Jangan Gabung Barang Berbeda Kategori, Ini Alasannya

Kalau Ingin Impor, Jangan Gabung Barang Berbeda Kategori, Ini Alasannya


Dalam dunia impor, banyak orang berpikir semakin digabung semakin hemat. Memang benar, dalam beberapa kondisi penggabungan barang bisa menekan ongkir.

Namun ada satu hal penting yang sering diabaikan:

Kalau ingin impor, jangan gabung barang yang berbeda kategori.

Kesalahan ini bisa menyebabkan barang tertahan, proses lama, bahkan biaya membengkak. Artikel ini akan membahas kenapa mencampur kategori barang dalam satu pengiriman bisa berisiko.


Kenapa Tidak Boleh Gabung Barang Berbeda Kategori?

1. Setiap Kategori Punya Aturan Berbeda

Dalam sistem kepabeanan, setiap jenis barang memiliki aturan masing-masing, seperti:

  • Kode HS (Harmonized System) berbeda

  • Tarif pajak berbeda

  • Persyaratan izin berbeda

Contohnya:

  • Elektronik punya aturan berbeda dengan tekstil

  • Kosmetik berbeda dengan aksesoris

  • Makanan berbeda dengan sparepart

Jika semua digabung dalam satu pengiriman, proses klasifikasi bisa menjadi lebih kompleks.


2. Risiko Kena Jalur Merah Lebih Tinggi

Ketika dalam satu paket terdapat banyak jenis barang berbeda, sistem bisa menganggapnya sebagai pengiriman dengan risiko lebih tinggi.

Akibatnya:

  • Pemeriksaan fisik lebih detail

  • Dokumen diperiksa lebih ketat

  • Waktu clearance lebih lama

Padahal jika dikirim terpisah berdasarkan kategori, prosesnya bisa lebih rapi dan lebih cepat.


3. Jika Satu Barang Bermasalah, Semua Ikut Tertahan

Ini yang paling sering terjadi.

Misalnya Anda mengimpor:

  • Aksesoris fashion

  • Powerbank

  • Produk kosmetik

Jika ternyata kosmetik membutuhkan izin BPOM dan belum lengkap, maka:

- Seluruh paket bisa tertahan
-Barang lain yang sebenarnya aman ikut terhambat

Padahal kalau dikirim terpisah sesuai kategori, hanya barang bermasalah saja yang tertahan.


4. Perhitungan Pajak Bisa Jadi Rumit

Setiap kategori memiliki tarif pajak dan perhitungan berbeda. Jika dicampur, petugas harus melakukan pemisahan nilai per kategori.

Hal ini bisa memicu:

  • Koreksi nilai barang

  • Revisi dokumen

  • Biaya tambahan

Semakin kompleks isi paket, semakin tinggi potensi keterlambatan.